Selasa, 18 April 2017

Tip untuk Mahasiswa yang Ingin Membangun Startup dari Bangku Kuliah


2COMMENTS
Entering startup | Featured
Beberapa waktu lalu, Young On Top (YOT), wadah pengembangan diri untuk para anak muda, mengadakan sebuah seminar bernama YOT Business Talk. Mengangkat tema bisnis, pembicara seminar diisi oleh orang-orang yang sudah lama berkecimpung dan ahli di dunia tersebut. Ada perwakilan dari PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia, Twitter, YesBoss, dan Skystar Capital.

Salah satu pembicara, yaitu William Eka, mengangkat materi yang ditunjukan untuk mahasiswa. Associate Director di SkyStar Capital ini menjelaskan bahwa mahasiswa bisa membuat sebuah startup dengan berhasil, meskipun masih kuliah. William mencontohkan Mark Zuckerberg yang bisa membuat Facebook saat berumur 19 tahun. Yang mana ketika itu ia masih duduk di bangku kuliah.
Untuk itu, William memberikan dua tip untuk mahasiswa yang ingin mendirikan startup.

Membangun startup sukses selama kuliah

Kelas Bisnis | Image
Ilustrasi suasana kelas bisnis. Sumber gambar: BangDemul
William menjelaskan bahwa entrepreneurship itu bukan sebuah karakter, melainkan mindset. Mahasiswa dapat mengikuti kelas entrepreneur untuk melatih mindset mereka menjadi orang yang punya inisiatif tinggi dan mampu menghadirkan solusi atas sebuah masalah. Selain itu, mahasiswa sebaiknya bergabung dengan komunitas entrepreneur agar memperluas jaringan pertemanannya.
William juga menyarankan agar mahasiswa memanfaatkan waktu luang saat liburan untuk belajar mendapatkan ilmu baru, bukan sekadar jalan-jalan. Misalnya dengan magang menjadi asisten dosen atau profesor di kampus, atau membantu menyelesaikan proyek mereka.
Cara lainnya adalah dengan mengikuti kompetisi bisnis. Tujuannya untuk mengetes diri sendiri, agar kita tahu apakah orang-orang menyukai ide kita.

Kiat menggalang pendanaan

Inkubator | Image
Sharing di sebuah inkubator kampus
William mengatakan agar mahasiswa jangan terlalu berharap mendapat pendanaan dari investor. Mahasiswa bisa menggunakan uang sakunya untuk mendanai operasional startup yang didirikannya. Lalu, sebagai ganti uang saku yang terpakai itu, manfaatkanlah beasiswa yang ada di kampus untuk membiayai kuliah. Sumber dana lainnya yang dapat digunakan adalah uang hadiah dari kompetisi bisnis atau startup yang diikuti.
William menambahkan, beberapa universitas saat ini memiliki inkubator startup. Mahasiswa dapat ikut bergabung untuk mengasah model bisnis model yang dimiliki. Ia menyarankan agar mencari ide bisnis yang dapat menghasilkan uang, bukan sekadar menuangkan ide-ide yang kamu miliki saja.
Barang Bekas | Image
Menjual barang bekas. Sumber gambar: BicaraSurabaya
William menyarankan agar mahasiswa berpikir dengan kreatif saat menggalang pendanaan. Seperti misalnya menjual barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai. Ketika kamar kamu bersih dan rapi dari barang tak terpakai, kamu akan lebih mudah untuk menemukan ide-ide baru.
Cara terakhir adalah dengan bekerja untuk mendapatkan uang tambahan. Namun, mahasiswa perlu menyeimbangkan waktu kuliah dengan bekerja, sehingga tidak saling mengganggu.

Sebelum menutup sesinya, William memberikan empat poin penting yang dapat diperhatikan oleh mahasiswa yang sedang membangun startup:
  • Harus fokus dan buat dirimu kaya sejak muda, baik kaya dalam pengalaman maupun kaya akan pertemanan.
  • Dalam membuat bisnis saat duduk di bangku kuliah, jangan punya ekspektasi yang terlalu tinggi, terutama dalam hal mendapatkan pendanaan.
  • Bangunlah bisnis yang mampu menghasilkan pendapatan, sekaligus menyelesaikan masalah yang besar.
  • Bangkitlah dengan cepat dari sebuah kegagalan.
Demikian tip dari William Eka. Apakah ada di antara kamu yang saat ini sedang membangun startup? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar, ya!
(Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyahsumber gambar: Digital Lotus)

ABOUT NUR FAUDZI

Karena time adalah waktu.